:: NASEHAT IMAM SYAFI'E



Imam al-Syafie (semoga Allah merahmati) adalah seorang ulama yang banyak menghamba kepada Allah. Beliau dengan ketekunannya dalam menuntut ilmu, menegakkan sunnah dan penegak kebenaran sekaligus imam besar dalam bidang fekah. Beliau banyak meninggalkan kata-kata nasihat bagi kita , yang diantaranya adalah :

1. Imam al-Syafie pernah bercerita :

Aku mengadukan kepada Waki’ (guru beliau) tentang buruk

nya hafalan Al Qur'anku
Maka beliau membimbingku untuk memperbanyak taubat dan meninggalkan perbuatan dosa/maksiat
Dan berkata, ‘Ketahuilah bahwa ilmu adalah cahaya
Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat’

2. Beliau Berkata :

Barangsiapa ingin agar Allah membukakan mata hatinya atau meneranginya, maka dia harus mensucikan diri dan hati dengan taubat, meninggalkan pembicaraan yang tiada bermanfaat, meninggalkan dosa-dosa, menghindari perbuatan-perbuatan maksiat dan menyembunyikan amalan yang dikerjakan antara dia dan Allah. Jika dia mengerjakan hal tersebut, maka niscaya Allah akan membukakan ilmu baginya yang akan menyibukkan dia dari selain NYA .. (memberikan ni'mat munajat bersama NYA)
Sesungguhnya dalam kematian terdapat perkara yang menyibukkan.”

3. Melakukan amalan-alaman sunah secara tersembunyi dan tidak diketahui oleh sesiapapun. Ini antara cara untuk ikhlas dalam beramal soleh. Dan Allah sangat mencintai amal ibadah yang sifatnya rahasia. Yakni rahasia antara Rabb dan hamba Nya. (semisal shalat sunah, puasa sunah , dzikir qalbi dan sedekah secara diam-diam)

4. Orang yang mendapat bimbingan Allah senantiasa menghabiskan masanya dengan ilmu dan amalan yang berfaedah untuk dunia dan akhiratnya.

5. Orang yang cerdas adalah mereka yang senantiasa mengingat akan kematian dan berusaha bersungguh-sungguh untuk mempersiapkan pertemuan dengan Rabb nya.

Jiwa akan menjadi baik bila senantiasa ingat akan tempat kembalinya. Jika seorang hamba ingat bahwa ia akan berbantalkan tanah sendirian dalam kuburnya tanpa ada teman yang menghibur, ingat bahwa tidak ada yang berguna baginya selain amal shalehnya, ingat bahwa seluruh manusia tidak berdaya meringankan sedikit pun siksa kubur darinya, ingat bahwa seluruh urusannya berada di tangan Allah, ketika itulah ia yakin bahwa tidak ada yang dapat menyelamatkannya kecuali dengan mengikhlaskan dan berserah diri hanya kepada Allah Yang Maha Pencipta semata.

|| “Bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan perjumpaan dengan Allah merupakan bekal yang paling bermanfaat dan paling menghantarkan seseorang untuk mencapai keistiqamahan; karena orang yang siap menghadap Allah hatinya akan terputus dari dunia dan seluruh isinya

@@@

Ya Allah Dzat yang Maha Penyantun, Yang Maha Pencipta langit dan bumi, Dzat Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan ..
Bagi Mu lah segala puja dan puji ...
Shalawat dan salam bagi junjungan kami Nabi Muhammad SAW dan keluarga berserta para sahabat ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar