MENJADI BIDADARI SURGA UNTUK LELAKI , UNTUK WANITA YANG MANA ...

HARAPAN dan tujuan hidup setiap manusia di dunia ini adalah, untuk memperoleh tempat terindah setelah kematiannya kelak, mendapatkan kenikmatan dan kebahagian hakiki, syurga الله سبحانا وتعاﱃ yang penuh keindahan disana. Karena itu merupakan tujuan utama kehidupan manusia di alam fana.


Tidak ada seorang manusiapun yang ingin terjerumus kedalam siksaan pedih api neraka. Namun sangat disayangkan, tujuan utama itu terkadang hanya dijadikan angan-angan dan hayalan belaka oleh majoritas manusia tanpa menempuh jalan dan beramal sholeh yang membawa dirinya masuk ke dalam Syurga. Tentu tindakan dan sikap seperti ini merupakan hal yang lucu bahkan termasuk golongan yang tidak tahu diri. Naudzubillahi mindzalik…


Syurga hanya diperuntukkan sebagai ganjaran bagi hamba-hamba الله yang sholeh, yang taat terhadap perintah-NYA dan menjauhi segala larangan-NYA. الله سبحانا وتعاﱃ menceritakan berbagai macam fasilitas dan kenikmatan yang didapatkan di dalam syurga agar manusia tertarik dan termotivasi untuk beramal shaleh (soleh), bergegas untuk beribadah dan berlumba dalam kebaikan.


Ketika kita membuka lembaran-lembaran ayat suci الْقُرْآنَ, kita menemukan bahwa الله سبحانا وتعاﱃ ketika menyebut amalan shaleh, DIA mengiringinya dengan menyebut ganjaran pahala dan perolehan syurga yang dihiasai dengan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya, berbagai macam buah-buahan kesukaan manusia, kebun yang indah, istana megah yang terbuat dari emas dan mutiara, tempat tidur, permadani dan bantal dari emas dan permata. Tak ada kehidupan yang paling indah selain di alam syurga sana.


Selain itu, الله سبحانا وتعاﱃ juga menceritakan bahwa di dalamnya terdapat BIDADARI-BIDADARI cantik bermata jeli yang menjadi isteri bagi kaum Adam yang berada di Syurga.


Dalilnya adalah firman الله سبحانا وتعاﱃ dalam surat Ar Rahman, ayat 56-60, artinya:

"Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)."

dan surat al Waaqi'ah, ayat 35-38, artinya:

"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya,"



الله juga berfirman (yang artinya):

“Tetapi hamba-hamba الله yang dibersihkan (dari dosa). Mereka itu memperoleh rezki yang tertentu, yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan, di dalam syurga-syurga yang penuh nikmat, di atas tahta tahta kebesaran berhadap-hadapan. Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamer dari sungai yang mengalir. Warnanya putih bersih, sedap rasanya bagi orang orang yang minum. Tidak ada dalam khamer itu al kohol dan mereka tiada mabuk karenanya. Disisi mereka ada BIDADARI-BIDADARI yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya, seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.” (Ash Shaaffaat, 40-49)


Kenapa الله سبحانا وتعاﱃ menceritakan BIDADARI bermata jeli yang merupakan isteri untuk kaum lelaki syurga dan tidak menceritakan suami-suami untuk kaum wanita?



الله menciptakan putera-putera Adam dengan tabiat yang unik, yaitu sangat tertarik dan senang terhadap wanita yang cantik. Anak Adam ini sanggup berkorban dan melakukan apa saja untuk mendapatkan wanita yang disukainya. Maka الله سبحانا وتعاﱃ menyebut para BIDADARI yang cantik, bermata jeli sebagai ganjaran bagi mereka yang beriman. Dengan tujuan, agar anak Adam yang penuh ego ini tertarik dan berlumba-lumba beribadah kepada الله, antusias (Eng: enthusiastic) beramal shaleh, dan berbuat baik terhadap sesama dan lingkungan alam sekitarnya.


Berbeda dengan wanita yang memiliki sifat malu, bahkan sangat malu sekali. Tabiat wanita sekalipun suka terhadap lelaki namun perasaan malu yang dimilikinya dapat menahan dirinya untuk menampakan rasa suka itu.

Muslim Newly-wed Couple
Dengan demikian الله سبحانا وتعاﱃ tidak mendorong dan memotivasi kaum hawa untuk beramal shaleh dengan cara menceritakan ganjaran yang membuat mereka malu ketika dibaca atau didengar. Misalnya, dengan menceritakan keperkasaan, ketampanan, keanggunan, dan keshalehan pasangan yang mereka dapatkan di syurga kelak.


الله سبحانا وتعاﱃ tidak memotiviasi mereka dengan hal seperti itu. Namun dengan tidak menyebut pasangan yang mereka dapatkan, bukan berarti الله سبحانا وتعاﱃ tidak memberikan pasangan di syurga. Wanita sholehah yang tidak menikah di dunia atau wanita sholehah yang sudah menikah di dunia tetapi suaminya kelak masuk nereka, mereka akan mendapatkan pasangan lelaki perkasa, tampan, penuh romantis dari golongan manusia yang menyejukan hati dan pandangan mata mereka di dalam syurga.


Bagaimanapun cantik jelitanya BIDADARI di Syurga sana, namun tetap lebih cantik dan mulia wanita sholehah yang pernah hidup di dunia. Disebabkan ibadah dan ketaatan yang mereka lakukan semasa hidup di dunia. Mereka tidak akan mengalami rasa letih, tidak akan tua dan mereka akan tetap perawan selama-lamanya. Subhanallah...


Dari Aisyah Radhiyallahu anha, ﺮﺴﻮلﷲ صلی الله علیﻪ و سلم bersabda :

“Sungguh syurga itu tidak dimasuki oleh wanita tua, sesungguh الله apabila memasukan mereka kedalam syurga DIA akan merubahnya menjadi perawan-perawan. (HR Ath Thabrani)

(Hadis ini dhaif, karena di dalam sanadnya terdapat perawi bernama Mus'idah Bin al Yasa', dia adalah perawi lemah. Begitu penuturan Ibnu Hajr al Haitsami dalam kitab Majmauz zawaidnya.)

Di dalam syurga tidak ada seorangpun manusia yang tidak memperoleh pasangan, baik laki-laki maupun wanita. Sebagaimana hadis ﺮﺴﻮلﷲ صلی الله علیﻪ و سلم yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya dari Abu Hurairah رضي الله عنه beliau bersabda (artinya):

”Tidak ada seorang pun di dalam syurga itu yang sendirian (tidak mempunyai pasangan)."

Jadi baik laki-laki atau perempan penghuni syurga yang tidak mendapatkan pasangan di dunia, الله akan menikahkan mereka di syurga kelak dengan pasangan penghuni syurga.



Tidak usah merasa terzalimi karena sekedar الله tidak menyebutkan pasangan bagi kaum wanita di Syurga kelak. الله سبحانا وتعاﱃ Maha Adil terhadap hamba-NYA, tak ada seorang hambapun yang dizalimi-NYA.



الله a'lam bisshawab.




Bohri Rahman, Lc
Shared by Bicara Hidayah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar